lagipergi

101 Tips Rafting untuk Pemula: Semua Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Arung Jeram

thumbnail
Silahkan ikuti beberapa tips rafting untuk pemula berikut ini jika kamu ingin tahlukan derasnya arung jeram dengan aman.
Buat kamu penyuka kegiatan outdoor, mungkin rafting atau arung jeram di sungai bisa menjadi kegiatan baru yang menyenangkan. Baik bersama keluarga, sahabat, atau bahkan teman sekantor, akan tetap sama asyiknya.

Jika kamu pernah mencobanya, pasti bakal ketagihan karena selain menyenangkan arung jeram juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan juga mental.

Meskipun demikian, banyak orang yang masih enggan melakukan arung jeram atau rafting dengan alasan tidak bisa berenang ataupun merasa tidak mahir berenang.

Padahal, tidak bisa berenang pun tidak masalah karena kamu tetap bisa ikut merasakan betapa serunya rafting.

Namun, yang namanya risiko saat berarung jeram tentu ada. Terlebih arung jeram merupakan sebuah olahraga yang menantang dan memicu adrenalin.

Yuk, Ikuti tips rafting untuk pemula ini dan tahlukan arung jeram dengan aman!


Tips rafting untuk pemula
River Rafting via saltarafting.com

Jangan takut meskipun kamu belum pernah mencobanya sekalipun karena disini saya akan membahas semua hal yang harus kamu ketahui tentang arung jeram...

...mulai dari pakaian yang tepat hingga tips aman dalam arung jeram. Untuk itu, silahkan baca hingga akhir panduan / tips rafting untuk pemula berikut ini:

Biar tetap nyaman saat rafting, mari kita pilih pakaian & alas kaki untuk rafting yang tepat.


Perlengkapan dalam arung jeram
Rafting Equipment via raftingrepublic.com

Selain kondisi tubuh yang sehat, ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan sebelum mengikuti olahraga rafting seperti perlengakapan dan pakaian yang tepat.

Nah, disini saya akan fokus membahas ke pakaian, celana, dan alas kaki karena helmet, life-jacket (pelampung), dan dayung sudah disediakan oleh pihak pengelola arung jeram.

Lupakan celana jeans atau kemeja, apalagi memakai perhiasan bagi yang perempuan. Hindari menggunakan pakaian dari bahan katun, karena bahan katun sangat mudah dalam menyerap air.

Tips mudahnya, pakailah celana pendek dan gunakanlah sepatu olah raga atau sandal gunung sebagai alas kaki bukan sandal jepit.

Namun, khusus buat kamu yang mau sedikit mengeluarkan biaya belilah pakaian dan sepatu untuk rafting yang terbuat dari kain scuba atau yang di kenal juga dengan istilah nama neoprene.

Wetsuit
Wetsuit via wetsuitmegastore.com

Wetsuit adalah sejenis pakaian yang biasa digunakan untuk kegiatan watersport, misalnya jet ski, snorkeling, dan Scuba Diving. Wetsuit terbuat dari bahan neophrene yang memiliki banyak ronga-rongga udara.

Selain itu, wetsuit berfungsi sebagai pelindung kulit dari goresan-goresan karang juga sekaligus penjaga suhu tubuh agar tetap hangat.

Tambahan: jangan lupa membahwa handuk, baju ganti, dan suncream ( penting banget ini, buat muka dan tangan. Kalau nggak mau item atau bahkan merah-merah di muka).

Untuk menghindari cidera, biasakan untuk melakukan pemanasan ringan


pemanasan
Warming Up via Reference.com

Jika pemanasan kurang, bisa-bisa di tengah mengayuh dayung, tangan kamu kram.

Yang paling umum, rentangkan dan tekuk kaki kanan dan kiri secara bergantian. Lanjutkan dengan pemanasan bagian leher seperti mengangguk, mendongak, dan menggeleng, serta putar-putar engsel lengan (ketiak).

Pahami cara bermain rafting dengan benar, ikuti semua aturan mainnya!


Arahan dari pemandu rafting
Ikuti Instruksi Travel Guide Via istockphoto.com

Meskipun nantinya kamu akan dipandu oleh pihak pengelola rafting, namun bukan berarti kamu bisa melewatkan tips ini karena ada beberapa aturan main yang harus kamu ketahui ketika bermain arung jeram, sebagai berikut:

Posisi duduk yang benar
Via offbeatmandala.com

1. Posisi Duduk - Di saat kamu berarung jeram, duduklah di pinggir perahu karet jangan duduk ditengah atau didasar perahu karet. Karena dengan kamu duduk di pinggir perahu karet akan memudahkan kamu dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Biasanya, posisi duduk akan diatur oleh pemandu yang akan disesuaikan dengan berat badan. Namun, kamu bisa memilih duduk di sisi kiri atau sisi kanan.

Ingatlah posisi dudukmu karena berhubungan dengan cara mengayuh dayung dan instruksi saat mengayuh. Lalu jepit kaki di bagian dasar perahu. Ada kantung khusus untuk meletakkan kaki agar kamu tak mudah terjengkang.

2. Dayung - Walau tampak sederhana, namun salah-salah kamu bisa melukai diri sendiri maupun orang lain saat mendayung. Untuk itu, kamu harus memperhatikan dengan benar cara membawa dan menggunakan dayung.

Jika kamu duduk di sebelah kiri, genggam ujung dayung berbentuk “T” dengan telapak tangan kanan. Sementara tangan sebelah kiri menggenggam tengah-tengah tongkat dayung dan begitu juga sebaliknya.

Dayung
Via offbeatmandala.com/

3. Mengayuh - Sebelum memulai arung jeram, instruktur biasanya akan mengajarkan terlebih dahulu berbagai aba-aba. Di antaranya adalah instruksi “Maju” dan “Mundur”. Instruksi “Maju” yaitu dayung dikayuh ke arah dalam untuk membuat perahu maju. Sebaliknya dari arah dalam ke luar akan membuat perahu mundur dan diinstruksikan dengan aba-aba “Mundur”.

Untuk aba-aba mengayuh biasanya ada tambahan intruksi berupa “Kanan” dan “Kiri”. Hal ini untuk menunjuk ke orang yang bertugas mengayuh. Jadi, instruksi yang biasa diucapkan berupa “Kanan Maju, Kiri Mundur” atau “Kanan Mundur, Kiri Maju”. Kedua instruksi ini untuk membantu pemandu dalam membelokkan perahu ke kanan atau ke kiri.

Jadi misalnya “Kanan Maju, Kiri Mundur”, maka orang yang duduk di sebelah kanan segera mengayuh maju dayungnya, sementara orang yang duduk di kiri serentak mengayuh dayung mundur. Sebaliknya, instruksi “Kanan Mundur, Kiri Maju” maka orang yang duduk di kiri mengayuh dayung maju dan orang yang di sebelah kanan mendayung ke arah mundur.

Selain itu, terdapat pula aba-aba “Stop”. Jika kamu mendengar instruksi ini, maka angkat dayung kamu atau berhenti mengayuh dayung. Ada pula instruksi “Pindah Kanan” dan “Pindah Kiri”. Bila terdengar “Pindah Kanan”, maka orang di sebelah kiri segera pindah ke sisi kanan perahu, sementara orang di sebelah kanan tetap di posisinya. Begitu sebaliknya, jika terdengar instruksi “Pindah Kiri”.

Jika kamu mendengar instruksi “Boom”, maka instruksi ini dimaksudkan untuk menghindari jeram. Peserta segera mengangkat dayung dan badan merunduk ke dalam perahu, serta berpegangan pada perahu. Hal ini agar menjaga keseimbangan badan agar tidak terlempar ke sungai.

Terjatuh dari perahu
Via whitewaterexcitement.com

4. Saat terjatuh - Bila kamu terlempar ke sungai, tetaplah tenang dan jangan panik. Namun, cara berenangnya tidak seperti berenang di kolam renang. Arahkan tubuh kamu menghadap ke atas atau bawa tubuh menjadi terlentang, seakan sedang berbaring di atas air.

Lalu arahkan tubuh sesuai arus sungai, jangan melawan arus atau membelakangi arus. Angkat kaki tinggi dan menghadap ke depan atau ke arah hilir sungai. Hal ini agar kamu mengetahui jika ada batu di depan kamu dan bisa menahannya dengan kaki.

Jika kamu terlempar cukup jauh, biasanya pemandu akan melempar tali sepanjang 20 meter. Peserta bisa menyambar tali tersebut dan akan ditarik menuju perahu.

Perahu terbalik
Via raftmasters.com

5. Perahu terbalik - Kadang saat arus deras atau memang disengaja, perahu akan terbalik. Di beberapa kejadian, peserta akan berada di dalam perahu yang terbalik. Suasana yang seketika gelap kadang membuat panik. Jika hal ini terjadi, tetaplah tenang.

Walau perahu terbalik, di perahu terdapat celah udara. Cobalah keluar dari balik perahu dengan cara menyelam. Namun sebenarnya di dalam perahu pun tetap aman. Hanya saja sebaiknya berusaha keluar agar tidak terkena batu.

Referensi

Inilah Tips Rafting untuk Pemula oleh travel.kompas.com
Lagi Pergi

Damas

Travel blogger pemula yang lahir dan dibesarkan di Magelang. Suka dengan tulisan saya? Yuk follow saya di Instagram!